Perjanjian Kerja

Perjanjian Kerja Paruh Waktu

Buat Perjanjian Kerja Paruh Waktu resmi dalam 30 detik. Contoh lengkap, sah secara hukum, langsung unduh PDF. Gratis 3 surat pertama di SuratResmi.id.

Contoh Perjanjian Kerja Paruh Waktu

PERJANJIAN KERJA PARUH WAKTU

Nomor: 012/PKW/CV-MJ/VI/2025

Perjanjian Kerja Paruh Waktu ini dibuat dan ditandatangani pada:

Hari		: Senin
Tanggal	: 2 Juni 2025
Tempat	: Jakarta Selatan

oleh dan antara pihak-pihak berikut:

─────────────────────────────────────────
PIHAK PERTAMA (PEMBERI KERJA)
─────────────────────────────────────────
Nama Perusahaan	: CV Maju Jaya Kreatif
Diwakili oleh		: Hartono Wibisono
Jabatan			: Direktur Utama
Alamat Perusahaan	: Jl. Tebet Raya No. 88, RT 003/RW 005, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

─────────────────────────────────────────
PIHAK KEDUA (KARYAWAN)
─────────────────────────────────────────
Nama Lengkap	: Siti Rahmawati
NIK / No. KTP	: 3174056712890002
Alamat			: Jl. Cikini Raya No. 27, RT 002/RW 004, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. Telepon		: 0812-3456-7890

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerja Paruh Waktu dengan ketentuan sebagai berikut:

─────────────────────────────────────────
PASAL 1 — JABATAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN
─────────────────────────────────────────
1. PIHAK PERTAMA menerima PIHAK KEDUA sebagai karyawan paruh waktu dengan jabatan: Desainer Grafis.
2. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas pembuatan materi visual, konten media sosial, dan desain promosi sesuai arahan PIHAK PERTAMA.
3. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kerahasiaan data perusahaan.

─────────────────────────────────────────
PASAL 2 — JADWAL DAN JAM KERJA
─────────────────────────────────────────
1. PIHAK KEDUA bekerja sebanyak 20 (dua puluh) jam per minggu.
2. Jadwal kerja yang disepakati adalah sebagai berikut:
   - Senin, Rabu, Jumat	: pukul 09.00 – 13.00 WIB (4 jam/hari)
   - Selasa dan Kamis	: pukul 13.00 – 17.00 WIB (4 jam/hari)
3. Perubahan jadwal dapat dilakukan atas persetujuan tertulis kedua belah pihak.

─────────────────────────────────────────
PASAL 3 — UPAH DAN PEMBAYARAN
─────────────────────────────────────────
1. PIHAK PERTAMA memberikan upah kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah) per jam kerja.
2. Estimasi upah bulanan berdasarkan jam kerja yang disepakati adalah sebesar Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
3. Upah dibayarkan setiap tanggal 25 bulan berjalan melalui transfer rekening bank atas nama PIHAK KEDUA.
4. Upah yang diberikan tidak lebih rendah dari ketentuan upah minimum yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta.

─────────────────────────────────────────
PASAL 4 — JAMINAN SOSIAL (BPJS)
─────────────────────────────────────────
1. Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 dan peraturan BPJS yang berlaku, PIHAK KEDUA sebagai pekerja paruh waktu dengan jam kerja kurang dari separuh waktu kerja penuh tidak diwajibkan didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan oleh PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK KEDUA dipersilakan mendaftarkan diri secara mandiri pada program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan apabila dikehendaki.
3. Apabila di kemudian hari ketentuan perundang-undangan mewajibkan pendaftaran BPJS bagi pekerja paruh waktu, kedua pihak sepakat untuk menyesuaikan perjanjian ini.

─────────────────────────────────────────
PASAL 5 — MASA BERLAKU PERJANJIAN
─────────────────────────────────────────
1. Perjanjian ini berlaku selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak 2 Juni 2025 hingga 1 Desember 2025.
2. Perjanjian dapat diperpanjang atas kesepakatan tertulis kedua belah pihak sebelum masa berlaku berakhir.
3. Salah satu pihak dapat mengakhiri perjanjian lebih awal dengan memberikan pemberitahuan tertulis minimal 14 (empat belas) hari kalender sebelumnya.

─────────────────────────────────────────
PASAL 6 — KETENTUAN LAIN-LAIN
─────────────────────────────────────────
1. Segala perselisihan yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila tidak tercapai kesepakatan, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.
3. Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai cukup, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Demikian perjanjian ini dibuat dengan itikad baik dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Jakarta Selatan, 2 Juni 2025

PIHAK PERTAMA					PIHAK KEDUA
CV Maju Jaya Kreatif


[Materai Rp10.000]				[Materai Rp10.000]


Hartono Wibisono					Siti Rahmawati
Direktur Utama					Desainer Grafis

Pertanyaan Umum

Apakah Perjanjian Kerja Paruh Waktu perlu dibubuhi materai?+

Ya. Sesuai UU Bea Materai No. 10 Tahun 2020, perjanjian kerja yang digunakan sebagai alat bukti atau dokumen hukum wajib dibubuhi materai Rp10.000. Sebaiknya masing-masing pihak menandatangani di atas materai pada setiap rangkap perjanjian yang dipegang.

Apakah Perjanjian Kerja Paruh Waktu wajib dibuat oleh notaris?+

Tidak wajib. Perjanjian kerja di bawah tangan yang ditandatangani kedua belah pihak dan dibubuhi materai sudah sah secara hukum berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata. Namun, untuk kepastian hukum yang lebih kuat—terutama jika nilai kontrak besar atau ada risiko perselisihan—disarankan untuk menglegalisasi perjanjian di hadapan notaris.

Apa perbedaan Perjanjian Kerja Paruh Waktu dengan PKWT biasa?+

Perjanjian Kerja Paruh Waktu (part-time) mengatur karyawan yang bekerja kurang dari jam kerja penuh (di bawah 40 jam/minggu), sementara PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) bisa berstatus penuh waktu namun bersifat kontrak untuk jangka waktu tertentu. Keduanya sama-sama diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 beserta perubahannya dalam UU Cipta Kerja.

Apakah karyawan paruh waktu berhak atas BPJS Ketenagakerjaan?+

Hak atas BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja paruh waktu bergantung pada ketentuan peraturan yang berlaku dan kebijakan perusahaan. Jika jam kerja melebihi batas yang ditetapkan dalam regulasi BPJS, perusahaan wajib mendaftarkan karyawan. Jika tidak, karyawan dapat mendaftar secara mandiri. Disarankan untuk berkonsultasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat guna memastikan kewajiban yang berlaku.

Apakah upah karyawan paruh waktu harus mengikuti UMP?+

Ya, upah karyawan paruh waktu tidak boleh lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku secara proporsional berdasarkan jam kerja. Artinya, upah per jam dihitung dari UMP dibagi jumlah jam kerja standar per bulan (umumnya 173 jam). Pastikan upah per jam yang tercantum dalam perjanjian memenuhi ketentuan ini.

Apa yang terjadi jika salah satu pihak ingin mengakhiri perjanjian sebelum masa kontrak habis?+

Pemutusan perjanjian sebelum waktunya harus dilakukan sesuai ketentuan yang tercantum dalam perjanjian, umumnya dengan memberikan pemberitahuan tertulis dalam jangka waktu tertentu (misalnya 14 hari). Pemutusan sepihak tanpa alasan yang sah dapat menimbulkan kewajiban ganti rugi sesuai Pasal 62 UU Ketenagakerjaan. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional hukum jika terjadi perselisihan.

Siap Membuat Perjanjian Kerja Paruh Waktu?

3 surat pertama gratis. Tidak perlu kartu kredit.

Buat Sekarang